to:djanggu benyamin.blogspot.com
from : robysetiawan86@yahoo.com
Nama : Roby Setiawan
kelas : XI PM 1/A
Answer :
1. alasannya, karena orang tersebut ingin mendapat keuntungan dari usahanya dan dapat memuaskan konsumen.
2.bentuk badan usaha
a. perusahaan perorangan/kepemilikan tunggal
(sole proprietetoship), sole proprietor
adalah usaha yang dimilikan dan dioperasi
kan oleh satu orang saja.
b. persekutuan (partnership)
jenis badan usaha ini sering digunakan
bila pendiri/pemilik usaha lebih dari satu
orang,dalam badan usaha ini ada pembagian
tugas dan tanggung jawab serta kewajiban-
kewajiban, baik dalam bentuk formal atau
tidak.
c. badan hukum dengan limit (Limit corporatio
atau perseroan terbatas/PT)
bentuk usaha ini lebih profesional di
bandingkan persekutuan, kepemilikan
ditentukan oleh persentase saham yang
di miliki.
d. business coorperative (CO-OP) atau kerja
sama bisnis
struktur ini merupakan bentuk incoporation
company atau yang disebut 'B2B' (business-
to-business).
3. struktur organisasi adalah kerangka dan susunan yang merupakan pola hubungan antarfungsi, baguan, atau posisi, maupun orang-orang dalam oranganisasi perusahaan, struktur ini akan menunjukan kedudukan suatu organisasi.
4.faktor struktur organisasi :
a.ukuran organisasi
b.jumlah anggota yang terlibat suatu
organisasi
c.teknologi yang digunakan
d.strategi untuk mencapai tujuan.
5.organisasi garis dan staf
organisasi gari dan staf adalah bentuk organisasi dengan pelimpahan wewenang secara vertikal dan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi ke kepala bagian bawahnya.
6.a.core product/produk utama (manfaat dan fungsi
tingkatan produk ini dapat langsung dimanfaatkan oleh konsumen dan menjadi alasan mereka untuk membeli produk yang ditawarkan.
b.Tangible produk - produk nyata/berwujud
tingkatan produk ini melekat pada produk utama dan mendorong konsumen untuk membeli produk
c.Augmented product- product tambahan
tingkatan produk ini merupakan tambahan, baik berupa jasa, pelayan, keuntungan atau nilai lainya yang ada pada suatu produk.
7. produk konsumen (consumer produk)
(i) produk kebutuhan sehari-hari(convience product)
(ii) produk belanja(shooping product)
(iii) produk khusus (speciality product)
8. jasa
a) tak berwujud(intangible) artinya jasa tidak bisa di lihat, dirasakan, diraba, atau dibaui sebelum jasa itu di beli.
b) tak terpisahkan(inseperable). artinya jasa tidak dipisahkan hubungan antara produsen dan konsumen.
c)bervariasi(variable). artinya kualitas jasa berbeda-beda tergantung dari siapa yang menyediakan jasa, kapan, dimana, dan bagaimana jasa itu disediakan.
d) dapat musnah(perishalbe). artinya jasa tidak dapat disimpan untuk dijuas kembali di lain waktu.
9.fungsi persediaan
a. Fungsi Decoupling
Fungsi penting persediaan adalah memungkinkan operasi operasi prusahaan internal dan eksternal mempunyai kebebasan. Persediaan decoupling ini memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintan langganan tanpa tergantung pada supplier.
b. Fungsi Economic Lot Sizing
Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan penghematan (potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit lebih murah, dsb), karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan ( biaya sewa gudang, investasi dan resiko, dsb ).
c. Fungsi Antisipasi
Perusahaan sering menghadapi fluktuasi permintaan, yang dapat diperkirakan atau diramalkan berdasarkan pengalaman atau data data masa lalu. Disamping itu, perusahan juga sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang barang selama periode pemesanan kembali, sehingga memerlukan kuantitas persediaan ekstra yang sering disebut persediaan pengaman ( safety inventories ).
10.proses produksi dapat diartikan sebagai cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan dan dana) yang ada.
Jenis-jenis proses produksi itu sangatlah banyak. Tetapi yang umum terdapat 2 jenis proses produksi yaitu :
1. Proses produksi terus-menerus (continuous processes) adalah suatu proses produksi yang mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan.
2. Proses produksi terputus-putus (intermitten processes) adalah suatu proses produksi dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama.
Ciri-ciri proses produksi terus-menerus adalah :
1. Produksi dalam jumlah besar (produksi massa), variasi produk sangat kecil dan sudah distandardisir.
2. Menggunakan product lay out atau departementation by product.
3. Mesin bersifat khusus (special purpose machines)
4. Operator tidak mempunyai keahlian/skill yang tinggi.
5. Salah satu mesin /peralatan rusak atau terhenti, seluruh proses produksi terhenti.
6. Tenaga kerja sedikit
7. Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses kecil
8. Dibutuhkan maintenance specialist yang berpengetahuan dan pengalaman yang banyak
9. Pemindahan bahan dengan peralatan handling yang fixed ( fixed path equipment ) menggunakan ban berjalan ( conveyor ).Ciri-ciri proses produksi yang terputus-putus adalah :
1. Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil, variasi sangat besar dan berdasarkan pesanan.
2. Menggunakan process lay out (departementation by equipment).
3. Menggunakan mesin-mesin bersifat umum (general purpose machines) dan kurang otomatis.
4. Operator mempunyai keahlian yang tinggi.
5. Proses produksi tidak mudah berhenti walaupun terjadi kerusakan di salah satu mesin.
6. Menimbulkan pengawasan yang lebih sukar.
7. Persediaan bahan mentah tinggi
8. Pemindahan bahan dengan peralatan handling yang flexible (varied path equipment) menggunakan tenaga manusia seperti kereta dorong (forklift).
9. Membutuhkan tempat yang besar.
Roby.S
Minggu, 16 Oktober 2011
Selasa, 22 Maret 2011
Materi di sekolah
6. Konflik formal-informal, yakni konflik antara organisasi formal dan informal
Antara organisasi formal dengan organisasi informal dapat terjadi konflik. Organisasi formal, yakni suatu sistem kerja sama yang dilakukan oleh atau lebih dan dikoordinir dengan sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi informal, yakni kumpulanhubungan antarperseorangan tanpa tujuan bersama yang disadari, meskipun pada akhirnya hubungan-hubungan yang tak disadari itu untuk tujuan bersama.
7. Konflik dalam bisnis
Konflik dapat terjadi di mana-mana. Di keluarga , di masyarakat, di instansi pemerintah, di instansi swasta termasuk dunia usaha atau bisnis.
a. penyebab konflik usaha
Penyebab konflik usaha yaitu pertentangan, perselisihan, percekcokan, dan ketidaksamaan pendapat dalam usaha
Biasanya perilaku para wirausahawan dalam mengelola konflik selalu berkaitan dengan :
1) pengambilan resiko berkaitan dengan kreativitas dan inovatif
2) pengambilan resiko dalam berkitan erat dengan kepercayaan pada diri sendiri
3) pengetahuan realistis para wirausaha
Adapun yang menyebabkan adanya konflik pada umumnya ialah para wirausahawan tidak mampu memimpin karyawannya, tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, dan tidak bisa mengendalikan diri sendiri.
Persaingan yang tidak sehat menyebabkan masalah konflik, ada beberapa informasi yang perlu di perhatikan, yaitu :
1) Wirausahawan kurang biasa untuk bersaing
2) Semangat bersaing itu bukan untuk konflik atau saling membunuh di dalam usaha.
Penyebab konflik internal antara perusahaan dengan karyawan yakni sebagai berikut :
1) dari perusahaan, konflik akan mucul ketika karyawan yang bersangkutan dianggap :
(a) tidak produktif,
(b) melalaikan kewajibannya
(c) tidak mentaati peraturan yang sudah diterakan perusahaan,
(d) membocorkan rahasia perusahaan
(e) menyesatkan perusahaan
(f) membahayakan ketertiban perusahaan
(g) terlibat suatu kejahatan
2. dari pihak karyawan, konflik muncul jika pimpinan perusahaan
a) Suka mengancam, menghina, dan menganiaya karyawan
b) Sudah tidak dapat menjamin kesejahteraan karyawannya
c) Tidak membayar upah, honor, uang lembur, dan sebagainya
d) Melakukan tindakan yang melanggar undang-undang perburuhan
e) Pimpinan perusahaan bertindak tanpa perikemanusiaan
Penyebab konflik eksternal
1) Pasar berbentuk oligopoly
2) Kampanye pemasaran yang agresif
3) Pemalsuan atas merek suatu produk
4) Pemasok sering ingkar janji untuk menirimkan barang
5) Perang harga sesame produsen
6) Informasi dan komunikasi antara produsen, distributor, dan konsumen yang kurang baik.
Panitia,
Roby Setiawan
Roby Setiawan
Langganan:
Postingan (Atom)