6. Konflik formal-informal, yakni konflik antara organisasi formal dan informal
Antara organisasi formal dengan organisasi informal dapat terjadi konflik. Organisasi formal, yakni suatu sistem kerja sama yang dilakukan oleh atau lebih dan dikoordinir dengan sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi informal, yakni kumpulanhubungan antarperseorangan tanpa tujuan bersama yang disadari, meskipun pada akhirnya hubungan-hubungan yang tak disadari itu untuk tujuan bersama.
7. Konflik dalam bisnis
Konflik dapat terjadi di mana-mana. Di keluarga , di masyarakat, di instansi pemerintah, di instansi swasta termasuk dunia usaha atau bisnis.
a. penyebab konflik usaha
Penyebab konflik usaha yaitu pertentangan, perselisihan, percekcokan, dan ketidaksamaan pendapat dalam usaha
Biasanya perilaku para wirausahawan dalam mengelola konflik selalu berkaitan dengan :
1) pengambilan resiko berkaitan dengan kreativitas dan inovatif
2) pengambilan resiko dalam berkitan erat dengan kepercayaan pada diri sendiri
3) pengetahuan realistis para wirausaha
Adapun yang menyebabkan adanya konflik pada umumnya ialah para wirausahawan tidak mampu memimpin karyawannya, tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, dan tidak bisa mengendalikan diri sendiri.
Persaingan yang tidak sehat menyebabkan masalah konflik, ada beberapa informasi yang perlu di perhatikan, yaitu :
1) Wirausahawan kurang biasa untuk bersaing
2) Semangat bersaing itu bukan untuk konflik atau saling membunuh di dalam usaha.
Penyebab konflik internal antara perusahaan dengan karyawan yakni sebagai berikut :
1) dari perusahaan, konflik akan mucul ketika karyawan yang bersangkutan dianggap :
(a) tidak produktif,
(b) melalaikan kewajibannya
(c) tidak mentaati peraturan yang sudah diterakan perusahaan,
(d) membocorkan rahasia perusahaan
(e) menyesatkan perusahaan
(f) membahayakan ketertiban perusahaan
(g) terlibat suatu kejahatan
2. dari pihak karyawan, konflik muncul jika pimpinan perusahaan
a) Suka mengancam, menghina, dan menganiaya karyawan
b) Sudah tidak dapat menjamin kesejahteraan karyawannya
c) Tidak membayar upah, honor, uang lembur, dan sebagainya
d) Melakukan tindakan yang melanggar undang-undang perburuhan
e) Pimpinan perusahaan bertindak tanpa perikemanusiaan
Penyebab konflik eksternal
1) Pasar berbentuk oligopoly
2) Kampanye pemasaran yang agresif
3) Pemalsuan atas merek suatu produk
4) Pemasok sering ingkar janji untuk menirimkan barang
5) Perang harga sesame produsen
6) Informasi dan komunikasi antara produsen, distributor, dan konsumen yang kurang baik.
Panitia,
Roby Setiawan
Roby Setiawan